Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

Sejarah Kisah Nabi Adam

3 min read

kisah nabi adam

Nabi Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Swt. Allah menamai ciptaan manusia pertamanya dengan nama “Adam”. Ada banyak sekali hikmah yang bisa dipetik dari kisah nabi Adam mulai perselisihannya dengan iblis hingga diturunkannya ia ke bumi dan berpisah dari istri tercintanya, Hawa.

Lalu bagaimanakah kisah nabi pertama umat Islam ini dan apa saja yang bisa umat Islam petik dari kisah beliau? 

Awal Mula Penciptaan Manusia

Setelah menciptakan komponen-komponen alam semesta, Allah Swt. menciptakan manusia pertama, yang diberi nama Adam. Manusia pertama ini diciptakan dari tanah liat yang dikumpulkan dari berbagai tempat di bumi dan dihidupkan kembali setelah 40 tahun.

Allah Swt. kemudian memerintahkan para malaikat dan iblis untuk bersujud di depan Adam sebagai tanda penghormatan. Mereka semua mematuhi kecuali Iblis karena iblis berpikir bahwa dirinya lebih baik dari pada Adam karena iblis dibuat dari api yang lebih unggul daripada dibuat dari tanah. Sejak saat itu, iblis menjadi makhluk paling dikutuk hingga hari kiamat.

Iblispun tahu nasibnya akan menjadi ahli nerakan dan kemudian iblis bertanya kepada Allah Swt. apakah dia bisa memiliki kekuatan khusus yang akan memungkinkannya untuk menyesatkan manusia dan membawanya ke neraka bersamanya?

 Allah Swt kemudian mengabulkan keinginan iblis  tetapi Allah juga memperingatkan umat-Nya bahwa jika umat-Nya mengikuti jalan iblis, api neraka akan menjadi tempat tinggal abadinya. Jadi, kemudian Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai panduan agar aman dari tangan iblis.

Seiring berlalunya waktu, Adampun mulai merasa kesepian dan membutuhkan teman. Jadi, Allah Swt,mengambil sepotong tulang rusuk kirinya yang terpendek dan menciptakan Hawa. Adam dan Hawa hidup bahagia di surga dan Allah memberi mereka izin untuk menikmati semuanya kecuali mengkonsumsi buah dari pohon terlarang.

Suatu hari, manusia pertama di dunia lupa akan aturannya. Iblis mengambil keuntungan dari kelemahan Adam dan Hawa. Ia berbisik di telinga mereka untuk memakan buah terlarang dan keduanya terjebak dalam rayuan iblis. Setelah memakan buah yang dilarang, Adam dan Hawa diusir dari surga dan mendarat di bumi pada hari Jumat dalam keadaan telanjang.

Kisah Nabi Adam di Bumi Bersama Keturunannya

Setelah turun dari surga, Adam tahu bahwa kehidupan di bumi akan sulit. Karena itu, ia mengumpulkan pakaian dan senjata untuk melindungi keluarganya.

Butuh waktu yang lama untuk Adam dan Hawa untuk akhirnya bisa kembali bertemu hingga akhirnya Adam dan Hawa kembali dipertemukan di Jabal Rahmah. Pasangan itu diberkati dengan 2 pasang anak kembar dan hidup bahagia menyaksikan anak-anak mereka tumbuh.

Sepasang anak kembar pertama Adam dan Hawa  terdiri dari anak laki-laki bernama Qabil dan saudara perempuannya dan pasangan kembar kedua terdiri dari Habil dan saudara perempuannya. Seiring waktu berlalu, Qabil menjadi petani yang membajak tanah dan bercocok tanam dan Habil memelihara ternak.

Ketika mereka mencapai usia dewasa, Allah mewahyukan kepada Adam bahwa Qabil perlu menikahi saudara perempuan Habil dan sebaliknya. Qabil menolak untuk mematuhi perintah Allah karena ia ingin menikahi saudara kembarnya sendiri. Adam sangat sedih dan meminta Allah untuk memberi kedamaian dan harmoni bagi keluarganya.

Allah kemudian meminta Adam untuk memberi tahu putra-putranya untuk mempersembahkan kurban dan siapa yang memenuhinya akan memiliki hak untuk menikahi wanita pilihannya. Habil menawarkan hewan terbaiknya sementara Qabil menawarkan hasil panennya yang lebih buruk.

Tentu saja, Allah tidak menerima pengorbanan Qabil dan iapun marah karena ia tidak bisa menikahi saudara perempuannya sendiri Qabilpun jatuh ke jalan iblis dengan memberikan ancaman kematian kepada Habil.

Suatu hari Qabil sangat marah sehingga ia melemparkan batu ke Habil dan membunuhnya di tanah. Peristiwa ini adalah pembunuhan pertama yang dilakukan di bumi. Qabil kemudian menguburkan saudaranya.

Adam sangat sedih tentang kematian putranya dan tahu bahwa Qabil sudah terpengaruh di bawah kendali iblis. Adam berdoa untuk putranya dan menasehati anak-anak dan cucu-cucunya yang lain tentang Allah dan untuk mempercayai keberadaan Allah dan senantiasa harus waspada terhadap bisikan-bisikan setan.

Seiring berlalunya waktu, keturunan Adam menyebar ke seluruh bumi seiring bertambahnya usia. Dia menunjuk putranya, Syits, sebagai penggantinya dan menjadi pemandu berikutnya bagi umat manusia dan itulah yang menjadi akhir dari kisah nabi Adam.

Kematian Nabi Adam

Ketika kematian Nabi Adam semakin dekat, Nabi memiliki keinginan untuk memakan buah-buahan surga. Ketika anak-anaknya pergi mencari buah tersebut, para malaikat menyuruh anak-anak Adam untuk kembali menemui ayah mereka karena dia Adam sedang sakaratul maut.

 Ketika Hawa melihat malaikat maut, dia mengenalinya dan, ketakutan, Hawa sangat bersedih karena tahu bahwa suaminya tidak akan lagi bersamanya selamanya, atas kehendak Allah.

Namun, Adam mengajar anak-anaknya bahwa Allah akan mengirim para nabi untuk membimbing mereka, yang akan memiliki nama, sifat, dan mukjizat yang berbeda.

Mereka semua akan bersatu untuk menyembah Allah. Setelah menyampaikan pesan tersebut, Nabi Adampun menutup matanya dan para malaikat berkumpul di kamarnya untuk mengelilingi tubuhnya.

Ketika Adam mengenali malaikat maut, diapun tersenyum. Malaikat mengambil jiwa nabi Adam dan membungkusnya. Malaikat berdoa  di kuburannya, di mana Adam dimakamkan.

Baca Juga: Silsilah Nabi dan Rasul Lengkap

3 Pelajaran Berharga dari Kehidupan Nabi Adam

Lalu apa yang bisa diambil hikmahnya dari kisah Nabi Adam di atas?

  • Iblis adalah Musuh Terburuk Manusia

Ketika Nabi Adam berada di surga, ada pohon yang bernama khuldi dan pohon itu dilarang oleh Allah untuk disentuh apalagi dimakan. Namun, iblis datang setiap hari, memohon mereka untuk mencoba hanya satu buah dari pohon. Iblis terus mengatakan kepada mereka bahwa itu adalah pohon keabadian untuk Adam dan Hawa bisa selamanya tinggal di surga.

 Setelah Adam dan Hawa melanggar larangan Allah, mereka diusir dari surga, setan mendapatkan apa yang diinginkannya.

  • Pertobatan adalah Penting

Setelah Adam dan Hawa tergoda dengan bisikan iblis dan makan buah khuldi, keduanya segera bertobat dengan penuh penyesalan. Keduanya bertobat kepada Allah dan Allahpun memutuskan untuk mengampuni mereka, yang menunjukkan pentingnya pertobatan setelah melakukan kesalahan

  • Belajar Hal-hal Ketulusan

Hal paling penting dalam kehidupan adalah belajar untuk tulus dalam pekerjaan sehari-hari. Hikmah berlaku tulus berasal dari kisah pengorbanan Habil dan Qabil kepada Allah. Suatu ketika, keduanya harus berkorban kepada Allah. Habil yang beternak mempunyai domba-domba yang bagus dan Qabil yang bertani mempunyai ladang gandum yang tidak kalah bagusnya.

Keduanya diminta memberikan apa yang terbaik dari hasil panen dan ternaknya sebagai bentuk pengorbanan kepada Allah. Habil dengan tulusnya memberikan domba terbaiknya sebagai pengorbanan sementara Qabil justru memberi Allah dengan gandum terburuk. Singkat cerita, Allah menerima pengorbanan Habil yang tuluslah yang diterima.

Dari kisah Nabi Adam tentu umat muslim bisa mengambil banyak sekali hikmah yang bisa diteladani. Jangan sampai manusia terlena dengan segala godaan setan dan taqwa kepada Allah adalah hal yang harus dilaksanakan sebagai umat Islam yang taat.

Sumber :

  • http://portalsatu.com/read/news/5-pelajaran-dari-nabi-adam-as-54502
  • Sejarah Hidup Nabi-Nabi (Qashahul Anbiya’), H. Salim Bahrein, PT Bina Ilmu : Surabaya, 2007

Baca Juga:

    Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

    2 Replies to “Sejarah Kisah Nabi Adam”

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *