Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

Sejarah Haji dan Umroh (Bagian 2)

1 min read

Sejarah Umroh dan Haji - Perjanjian Hudaibiyah

Pada bagian sejarah haji dan umroh bagian 1 sebelumnya, nabi Ibrahim sudah diperintahkan untuk membangun ka’bah dengan posisi yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan posisi yang diturunkan pada nabi pendahulunya yaitu Nabi Adam as. Jibril membawa komponen untuk membangun ka’bah yang berasal dari surga.

Bagian ini termasuk bagian yang cukup penting dari artikel sejarah haji dan umroh, bagian ini menceritakan mengenai pembangunan ka’bah yang dilakukan oleh nabi Ibrahim as. Pada masa nabi Adam as, Allah telah menurunkan sebuah Qubah tetapi Qubah tersebut telah diangkat kembali pada saat terjadi banjir mesar di masa Nabi Nuh as. Jibril diutus untuk menunjukkan kembali posisinya dan diberikanlah material yang diperlukan dari surga. Ibrahim dan Ismail membangun kembali ka’bah sampai tujuh hasta. Jibril memberitahukan pada Ibrahim posisi hajar aswad yang akan diletakkan kembali oleh Ibrahim ke tempatnya semula kemudian membuatkan dua pintu ka’bah yaitu di arah timur dan barat.

Pembangunan ka’bah akhirnya selesai. Ibrahim as dan Ismail as melakukan Ibadah Haji untuk pertama kalinya. Tepatnya jatuh di tanggal tanggal 8 Zulhijah, Jibril menyampaikan pesan kepada Ibrahim meminta agar Ibrahim mendistribusikan air Zamzam ke beberapa tempat seperti Mina dan Arafah. Hari itu disebut dengan hari “Tarwiyah” (pendistribusian air).

Setelah selesai pembangunan Baitullah dan pendistribusian air tersebut, maka Ibrahim berdoa kepada Allah. Doa ini tercantum di dalam Al-Qur’an. Allah swt berfirman :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Dan ingatlah, ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman : “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

(QS. Al-Baqarah : 126).

Sejak itulah sejarah haji dan umroh dimulai. Ini mengikuti risalah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, serta risalah para nabi dan rasul setelah keduanya. Ritual suci ini berlangsung terus seperti pelaksanaan yang pernah dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail.

Tapi pernah pada suatu masa dengan seorang tokoh Mekkah ‘Amar bin Luhay, ritual haji mulai terkotori dengan kehadiran patung dan berhala. Tokoh ini adalah orang yang pertama kali menyebarkan ajaran menyembah berhala di seluruh Jazirah Arab. Dialah yang bertanggung jawab meruba ajaran tauhid menjadi menyembah berhala.

Sejak itu, orang-orang Arab meletakkan patung dan berhala yang mereka anggap sebagai tuhan di sekitar Ka’bah. Bahkan sebagian kabilah Mekkah mempunyai mata pencaharian sebagai pembuat patung dan berhala.

Mereka tetap memperbolehkan kabilah atau kelompok lain untuk menunaikan Haji ke Baitullah, tanpa membedakan agama dan kepercayaan. Para pemeluk agama tauhid termasuk agama Masehi, masih terus menjalankan ritual haji ke Ka’bah. Saat itu, kondisi Ka’bah sangat memprihatinkan. Dindingnya dipenuhi puisi dan lukisan. Bahkan lebih dari 360 berhala terdapat di sekitar Ka’bah.

Selama periode haji itu, suasana di sekitar Ka’bah layaknya seperti sirkus. Laki-laki dan perempuan mengelilingi Ka’bah dengan telanjang. Mereka menyatakan harus menampilkan diri di hadapan Allah dalam kondisi yang sama seperti saat lahir. Doa mereka menjadi bebas tak lagi tulus mengingat Allah. Bahkan berubah menjadi serangkaian tepuk tangan, bersiul, dan meniup terompet dari tanduk hewan.

Bersambung……… sejarah umroh dan haji (Bagian 3)

Sumber

Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

2 Replies to “Sejarah Haji dan Umroh (Bagian 2)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *