Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

Tata Cara Sa’i dan Keutamaannya

2 min read

Tata Cara Sai 🕋🕋 Keutamaan, Serta Kesalahan yang Sering Dilakukan - Sa'i

Apa itu Sa’i? Sa’i adalah berlari-lari kecil antara 2 bukit yaitu Shafa dan Marwah. Orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala setara dengan membebaskan 70 orang budak. Ini adalah salah satu dari Rukun Umroh dan Haji.

Sai digambarkan sebagai sebuah pencarian, sebagaimana pencarian Air yang dilakukan Siti Hajar untuk dirinya dan anaknya, Ismail. Gerakan ini adalah gerak berlari-lari serta bergegas-gegas.

Saat melaksanakan sai, segala bentuk sisi duniawi seperti derajat, kepribadian, ras, dan perbedaan lainnya dihancurkan. Semua disimbolkan sebagai manusia yang polos, penuh keyakinan, kepercayaan dan aksi untuk melakukan gerak abadi menuju ke suatu arah tertentu. 

Dasar

“Sesunggunya Shafaa dan Mawrah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka berang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikani, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Penyayang”. 

(QS. 2:158)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ketika melakukan haji, beliau menaiki bukit Shafa sehingga dapat melihat Ka‘bah. Meskipun demikian, sa’i cukup dimulai dari kaki bukit. Menaikinya lebih dari itu, adalah sesuatu yang mustahab (disukai atau dianjurkan). Baca juga mengenai Rukun Haji.

TATA CARA PELAKSANAAN SA’I

Sai dilakukan di kompleks Masjidil Haram antara pintu 18-32, antara bukit Shafa dan Marwah. Tempat sai terdiri dari 2 jalur yang ditengahnya disediakan bagi jamaah yang menggunakan kursi roda. Tempat Sai ini di dalam ruangan yang ber AC.

Setelah selesai thawaf, kita menuju ke sumur air zam-zam (disunatkan minum air zam-zam), kemudian munuju bukit Shafa untuk melaksanakan sai. Dari Shafa menuju bukit Marwah, kembali lagi ke bukit Shafa, kemudian kembali ke bukit Marwah dst 7 kali terakhit di bukit Marwah.

Syarat-Syarat Sa’i:

  • Wudhu (sebagian tidak melihatnya keharusan)
  • Tujuh keliling
  • Dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwa
  • Arah yang benar

Kesalahan yang Sering Terjadi

  1. Sewaktu naik ke bukit Shafa atau Marwah menghadap ke Ka’bah kemudian mengangkat tangan seperti hendak shalat. Ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi.
  2. Yang benar kita menghadap ke Qa’bah dengan mengangkat kedua telapak tangan sambil berdo’a.
  3. Berjalan cepat antara Shafa- Marwah pada seluruh putaran, ini tidak perlu karena menurut sunah Rosul hanya diantara kedua tanda lampu hijau saja.

Baca juga mengenai Tata Cara Umroh Lengkap!

Bacaan-bacaan Sa’i

Saat mendekati Shafa, jamaah mengucap doa yang ada di dalam QS Al Baqarah; 158,

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ 

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya’ā`irillāh, fa man ḥajjal-baita awi’tamara fa lā junāḥa ‘alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa’a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm

QS Al Baqarah; 158

Artinya:

Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Ketika telah menaiki bukit Shafa, sambil menghadap Ka’bah, dengan mengucapkan, 

“Allahu Akbar. Allahu Akbar. Alhamdulillahi ‘ala ma hadana Alhamdulillahi bi mahamidihi kulliha. La ilaha illallah wahdahu la syarika lah. Lahul-mulku wa lahulhamdu bi yadihil khairu wa hua ala kulli syai’in qadir. La ilaha illallah wahdah, shadaqa wa’dah. wanashara ‘abdah wa a’azza jundah. Wa hazamal ahzaba wahdah. La ilaha illallahu mukhlishina lahuddin wa lau karihal kafirun.”

“La ilahi illallahu mukhlishina lahud din. Alhamdulillahi rabbil’alamin. Fa subhanallahi hina tumsuna wa hina tushbihun. Wa lahulhamdu fis samawati wal ardhi wa ‘asyiyyan wa hina tuzhhirun. Yukhrijul hayya minal-mayyiti. Wa yukhrijul mayyita minal hayyi. Yuhyil ardha ba‘da mautiha, wa kadzalika tukhrajun. Wa min ayatihi an khalaqakum min turabin, tsumma idza antum basyarun tantasyirun.”

“Allahumma inni a’asluka imanan da’iman. wa yaqinan shadiqan, wa ‘ilman nafi‘an, wa qalban khasyi‘an, wa lisanan dzakiran. Wa as’alukal ‘afwa wal afiata wal mu‘afah ad-da’imah fid dunya wal akhirah. Wa shallallahu ‘ala Muhammadin wa alihi wa sallam.”

Kemudian saat turun, dan memulai sai, sembari mengucapkan:

“Rabbighfir war ham wa tajawaz ‘amma ta‘lam. Innaka antal a’azzul kiram. Allahumma atina fid dunia hasanatan wa fil akhirati hasanatan wa qina adzaban nar.”

Sunnah-Sunnah Sai

  1. Berdzikir dan berdoa saat berada di bukit Shafa-Marwah serta disaat perjalanan sa’i.
  2. Menutup aurat pria dan wanita, serta suci dari hadas maupun najis.
  3. Berlari-lari kecil dengan sedikit menambah kecepatan, terutama di antara tiang dengan tanda lampu hijau sambil melihat ke arah ka’bah.

Referensi:

  • https://islamislami.com/2016/07/24/ibadah-haji-sai-tatacara-dan-keutamaannya/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sa%27i
  • https://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/wijhat/17/03/30/onmleg313-sai-adalah-pencarian
Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

7 Replies to “Tata Cara Sa’i dan Keutamaannya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *