Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

Kisah Nabi Ibrahim

3 min read

Kisah Nabi Ibrahim Kekasih Allah dan Mukjizat Ulul Azmi

Kisah atau kehidupan utusan Allah tentu saja selalu menjadi contoh yang baik untuk kehidupan kita saat ini. Jadi belajar memahami berbagai kearifan hidup para nabi tentunya akan sangat berguna bagi kita. Salah satu kisah yang menarik untuk dipetik hikmahnya adalah kisah nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim alaihissalam (A.S.) adalah 25 nabi yang disebutkan dalam Al-Quran. Ia juga termasuk di antara lima nabi ulul azmi (Nabi-Nabi Agung) karena lima nabi ini memiliki kitab dari Allah Swt. Kelima nabi Allah ini adalah Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Lalu seperti apakah kisah Nabi Ibrahim dan apa saja hikmah yang bisa kita petik?

Masa Kecil Nabi Ibrahim

Nama Ibrahim disebutkan sebanyak  69 kali dalam Quran. Ada berbagai hadis oleh ulama Islam yang berbeda, tentang usia Ibrahim. Beberapa mengatakan bahwa ia hidup selama 169 tahun, beberapa mengatakan ia hidup di bumi selama 175 tahun dan beberapa mengatakan bahwa usia Ibrahim adalah 195 tahun.

Namun, semua hadis menunjukkan bahwa Ibrahim hidup dari lebih dari 150 tahun di bumi. Ibrahim adalah seorang nabi yang diuji oleh Allah dan terlepas dari cobaan dan tantangan berat, Ibrahim merupakan hamba yang menepati janjinya dan selalu menunjukkan sikap terhormat.

Nabi Ibrahim lahir dalam keluarga penyembah berhala, tetapi sejak kecil, ia diberkahi dengan pemahaman spiritual. Allah mencerahkan hati dan pikirannya dan memberinya kebijaksanaan.

Nabi Ibrahim sendiri adalah putra Aazar ibn Nahur, ibn Sarough, ibn Raghu, ibn Phaligh, ibn Ahir, ibn Shalih, ibn Arfghshand, ibn Sam, ibn Nuh. Ibrahim lahir di kota kuno Ur dari Kasdim, juga dikenal sebagai Babilonia atau Babel.

Ia dilahirkan di sebuah rumah penyembah berhala dan ayahnya adalah seorang pemahat berhala yang terkenal. Sebagai anak kecil, Ibrahim biasa menonton ayahnya memahat patung-patung ini dari batu atau kayu.

Pada waktu itu beberapa orang menyembah berhala dari batu dan kayu, yang lain menyembah planet, bintang, matahari, bulan dan beberapa lainnya menyembah raja dan penguasa mereka. Allah telah menganugerahi Ibrahim dengan pemahaman spiritual dan memberinya kepandaian sejak usia dini

Selama masa kecilnya, Ibrahim menyadari bahwa ayahnya membuat patung-patung aneh. Kemudian saat Ibrahim kecil, ia bertanya kepada ayahnya perihal patung tersebut dan ayahnya berkata a bahwa semua patung itu adalah para Tuhan. Ibrahim heran dan dia secara spontan menolak jawaban itu.

Baca Juga: Silsilah Nabi dan Rasul Lengkap

Nabi Ibrahim Mencari Allah Swt.

Suatu ketika Nabi Ibrahim pergi ke sebuah gua untuk merenung. Dari gua ia melihat sebuah pemandangan langit cerah dan Ibrahim menghabiskan waktu menatap langit. Ia melihat planet dan bintang yang disembah oleh beberapa orang di bumi.

Hatinya begitu sakit luar biasa. Ia memikikrkan apa yang ada di luar bulan, bintang-bintang dan planet-planet (yaitu Allah) dan heran bahwa benda-benda langit ini disembah oleh manusia sedangkan mereka telah diciptakan untuk menyembah dan mematuhi Pencipta mereka.

Ibrahim lalu kembali ke rumahnya dan bertanya kepada ayahnya dan juga orang-orangnya yang menyembah benda-benda langit ini, mengapa ia dan orang-orang menganggap berhala sebagai Tuhan? Namun baik ayah dan orang-orang terlalu kuat keyakinannya menganggap bahwa berhala adalah Tuha,

Penalaran Ibrahim kemudian berhasil mengungkapkan kebenaran, dan itu memulai pergulatan antara ia dan rakyatnya, termasuk orang yang paling menentangnya dan marah pada sikapnya adalah ayah dan pamannya, yang membesarkannya. Meski ayahnya begitu marah, namun Ibrahim tetap teguh meyakinkan ayahnya tentang apa yang Ibrahim telah yakini sekalipun ia selalu mengalami penolakan oleh ayahnya.

Ibrahim sekali lagi, mencoba meyakinkan ayahnya dan umatnya dengan memberi tahu mereka tentang keindahan ciptaan Allah, kekuatan-Nya, Kebijaksanaan dan Keesaan Allah. Namun, orang-orang tetap berpegang teguh pada penyembahan berhala. Setelah ucapannya tidak digubris, maka Ibrahimpun berencana untuk menghancurkan berhala-berhala itu saat kota sedang sepi.

Di hari yang mana rakyat-rakyat pergi ke pesta dan semua rumah kosong, Ibrahimpun segera menghancurkan patung atau Tuhan-Tuhan itu. Ibrahim menghancurkan patung-patung itu kecuali yang terbesar.

Ia menggantung kapak di bahunya karena patung ini telah menghancurkan patung-patung lainnya. Setelah menghancurkan Tuhan-Tuhan palsu dan ia merasa damai.

Ketika orang-orang kembali, mereka terkejut melihat Tuhan-Tuhan mereka hancur berkeping-keping, terbaring berserakan. Mereka mulai berpikir siapa yang melakukannya? Hingga akhirnya mereka tahu bahwa orang yang menghancurkan patung-patung itu tak lain adalah Nabi Ibmenjadi rahim.

Keajaiban Allah Menyelamatkan Ibrahim Dari Api

Seluruh rakyat sangat marah atas apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Mereka memutuskan untuk melemparkan Ibrahim ke dalam api terbesar dengan maksud membakar Ibrahim hidup-hidup. Semua orang kafir diperintahkan untuk mengumpulkan kayu untuk membuat api yang besar.

Selama beberapa hari orang-orang mengumpulkan kayu bakar. Mereka menggali lubang yang dalam, mengisinya dengan kayu bakar dan menyalakannya. Mereka membawa ketapel yang dengannya mereka akan melemparkan Nabi Ibrahim ke dalam api.

Mereka mengikat tangan dan kaki Ibrahim dengan tali dan menempatkannya di ketapel. Api sudah siap dan apinya mencapai langit. Orang-orang berdiri dari lubang karena panas yang luar biasa. Kemudian kepala suku memberi perintahnya untuk melemparkan Ibrahim ke dalam api.

Malaikat Jibril kemudian mendekati kepala Ibrahim dan bertanya kepada Ibrahim, apa yang ia inginkan? Namun Ibrahim menjawab tidak ada.Setelah itu katapel ditembak dan Ibrahim dilemparkan ke dalam api.

Tetapi saat Nabi Ibrahim turun ke dalam api yang begitu besar, Ibrahim sama sekali tidak terbakar. Api masih ada di sana, tetapi api tidak membakar Ibrahim karena Allah mengeluarkan mukjizatnya untuk Ibrahim.

Ibrahim tetap tenang di tengah-tengah api seolah-olah ia sedang duduk di tengah-tengah taman. Orang-orang yang mengawasi api dari kejauhan heran karena meski mereka jauh dari api, wajahnya benar-benar terasa panas.

Mereka sangat kagum melihat Nabi Ibrahim keluar dari lubang tanpa tersentuh oleh api. Wajah mereka hitam karena asap, tetapi wajah Ibrahim cerah dengan cahaya dan rahmat Allah. Api mengamuk telah menjadi dingin untuk Ibrahim dan hanya tali yang menahannya saja yang terbakar. Setelah peristiwa ini, banyak dari orang-orang percaya dengan dakwah Ibrahim tentang Keesaan Allah.

Pelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim

Dari kisah di atas, maka kita bisa mengambil pelajaran seperti :

1. Selalu percaya pada Allah

Bersabarlah dalam segala situasi dan tetap beriman kepada Allah. Apapun kondisinya Allah pasti akan melindungi hambanya yang beriman.

2. Jangan meninggalkan keimanan sekalipun dimusuhi oleh keluarga

Ketika sang ayah menolak petunjuk Allah, Nabi Ibrahim tetap melakukan yang terbaik untuk membawa ayahnya lebih dekat kepada Allah. Meski akhirnya ia harus kehilangan cinta ayahnya dan meninggalkan rumahnya, setidaknya Nabi Ibrahim terus mencoba berdakwah.

3. Pertolongan Allah akan Tiba

Saat semua orang ingin membakar hidup-hidup Nabi Ibrahim, datanglah pertolongan dari Allah. Pertolongan pasti akan diberikan oleh Allah selama hamba-Nya mau beriman dan bertaqwa.

Kisah Nabi Ibrahim tentunya memberikan banyak hikmah dan pelajaran untuk umat muslim. Nabi Ibrahim sendiri mendapatkan rasa hormat dan kehormatan yang besar di hati semua Muslim. Ia adalah Nabi yang paling unggul dari para Nabi setelah Nabi Muhammad Swt.

Sumber :

  • Sejarah Hidup Nabi-Nabi (Qashahul Anbiya’), H. Salim Bahrein, PT Bina Ilmu : Surabaya, 2007.
Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

One Reply to “Kisah Nabi Ibrahim”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *