Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

Kisah Nabi Sulaiman

3 min read

Kisah Nabi Sulaiman

Karena banyak yang meminta kisah nabi sulaiman, maka admin menuliskan kisah ini dan hikmah yang bisa didapat.

Sulaiman adalah seorang nabi yang sangat kuat dan banyak kisah menakjubkan yang diceritakan tentang ia. Nabi Sulaiman bisa memahami ucapan binatang, bahkan semut, tetapi terlepas dari kekuatan duniawinya, dia tidak pernah melupakan Allah. Bagaimakah kisah nabi Sulaiman yang terkenal dengan kekayaannya yang melimpah ruah?

Nabi Sulaiman juga terkenal dengan julukan king of Sulaiman yang begitu bijak. Apa saja hikmah yang bisa dipetik dari kisah putra nabi Daud ini?

Nabi Sulaiman dan Mukjizat yang Diberikan oleh Allah

Nabi Daud, diakui dalam Islam sebagai seorang nabi, utusan Allah dan sebagai raja yang saleh dari Kerajaan Palestina, yang dengan sendirinya adalah negara suci dalam Islam. Nabi Daud juga tokoh yang menonjol dalam kitab. Nabi Daud adalah nabi paling terkenal dalam Islam karena mengalahkan raksasa Goliath (Jalut), ketika dia adalah seorang prajurit dalam pasukan Raja Saul (Talut).

Nabi Daud kemudian memiliki putra yang dinamakan Sulaiman. Nabi Sulaiman menurut Al-Qur’an juga seorang raja Palestina kuno mewarisi tahta ayahnya Nabi Daud. Al-Qur’an mengakui Sulaiman sebagai seorang nabi dan raja yang ditunjuk oleh Allah Swt.

 Dalam tradisi Islam menyatakan bahwa Sulaiman adalah raja ketiga Palestina dan merupakan penguasa yang adil dan bijaksana bagi bangsanya. Islam memandang Nabi Sulaiman sebagai salah satu umat pilihan Tuhan, yang dianugerahi banyak mukjizat oleh Allah termasuk kemampuan untuk berbicara dengan binatang dan mengendalikan jin (setan).

Orang-orang Muslim menyatakan bahwa Sulaiman tetap setia kepada satu-satunya Tuhan sepanjang hidupnya. Iapun membangun Kuil Sulaiman, yang menjadi salah satu rumah ibadah utama umat muslim.  Ia memerintah dengan adil atas seluruh Kerajaan Palestina dan ia diberkahi dengan tingkat kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelah dia.

Nabi Sulaiman tetap menjadi salah satu tokoh suci yang terkenal dalam Islam. Tradisi Muslim lebih lanjut menyatakan bahwa, bersama dengan Nabi Daud (Dawud) dan Dzulqarnain, Sulaiman adalah salah satu dari tiga raja besar sepanjang masa

Nabi Sulaiman Bertemu Ratu Balqis, Sang Permaisurinya

Sulaiman memiliki jin dan burung yang bertugas sebagai pasukannya selain manusia. Nabi Sulaiman menuntut disiplin yang ketat di antara semua makhluk pasukannya. Itulah sebabnya dia sangat kesal suatu hari menemukan seekor burung bernama hudhud, tidak ada tanpa persetujuannya. Namun, burung hudhud segera muncul untuk menjelaskan ketidakhadirannya.

 Dia telah mencari Sulaiman di daerah di mana Sulaiman belum pernah mengintai. Burung hudhud membawa kisah tentang kerajaan Saba.

Hudhud melaporkan bahwa kerajaan Saba diperintah oleh seorang ratu yang kaya dan berkuasa. Ratu itu bernama Balqis dan orang-orangnya menyembah matahari dan berhala lainnya bukan kepada Allah. Untuk menguji kebenaran kisah Hudhud, Nabi Sulaiman kemudian mengirim surat kepada ratu, menyapanya dan memintanya untuk tsegera bertaubat dan menyembah kepada Allah.

Ratu Balqis kemudian berkonsultasi dengan menterinya. Kemudian menterinya memberitahu kepada ratu Saba bahwa kerajaan yang dipimpin Nabi Sulaiman itu memiliki kekuatan untuk berperang, tetapi menteri juga menjelaskan pada ratu bahwa ia bisa menggunakan pasukannya atau mencari penyelesaian damai.

Sang ratu enggan membuat negaranya untuk menghadapi kehancuran dan melakukani perang. Sebaliknya dia memutuskan untuk mencoba membuat Sulaiman senang dengan mengiriminya hadiah mahal. Ketua dan menterinya setuju dengan keputusannya.

Ketika utusan ratu Balqis mengirimkan hadiah ratu ke Sulaiman, maka nabipun  menolak hadiah itu. Dia mengatakan bahwa hadiah yang ia terima dari Allah jauh lebih baik daripada hadiah yang ratu Balqis kirimkan.

Nabi Sulaiman mengirim utusan kembali dengan hadiah dan pesan kepada ratu bahwa dia lebih baik bertaubat atau dia akan mengirim tentara yang benar-benar akan menghancurkan Saba dan negara mereka.

Sementara Sulaiman  sedang menunggu kedatangan ratu yang ingin menemuinya, Nabi Sulaiman memiliki ide untuk memindahkan singgasana sang ratu ke kerajannya. Dengan mengalihkan singgasananya, maka tidak ada lagi alasan mengapa Ratu Balqis enggan beriman kepada Allah Swt.

Kemudian seorang jin yang sangat kuat menawarkan untuk membawa singgasana sang ratu. Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang Kitab berkata bahwa jin yang bernama Ifrit ini dapat membawa singgasana ratu berlapis emas itu dalam sekejap mata.

Ketika tahta dan singgasana telah diletakkan di depan Nabi Sulainam, maka nabipun memuji Allah dan berterima kasih kepada Allah. Sulaiman sendiri tidak menginginkan penaklukan ratu Saba untuk meningkatkan kekuatan pribadinya.

Dia hanya menginginkan agar tahta dan singgasana Ratu Balqis diubah dari kursi yang tidak beriman menjadi kursi yang beriman kepada Allah. Sulaiman ingin bahwa ratu Balqis bisa memimpin umatnya untuk tunduk dan bertaubat kepada Allah.

Setelah Nabi Sulaiman memiliki singgasana ratu, iapun mencoba menyamarkan singgasana itu untuk menguji apakah Ratu Balqis akan menerimanya dalam kondisi yang berubah. Ketika ratu tiba di ujung gerbang istana, Nabi Sulaiman ditanya apakah itu tahtanya sendiri? Ratu mengatakan bahwa singasana Sulaiman seperti miliknya.

Ketika ratu yang terkenal cerdas itu diminta untuk memasuki istana, dia menyelipkan roknya, karena dia pikir dia harus melewati genangan air. Sulaiman yang tidak ingin mempermalukan sang ratu, memberitahunya bahwa apa yang dia kira sebagai air sebenarnya adalah lembaran-lembaran kaca halus.

Ratu mengakui kesalahannya dan sejak saat itulah ia tunduk dalam Islam dan beriman kepada Allah Tuhan semesta alam hingga akhirnya menikah dengan Sulaiman.

Baca Juga: Silsilah Nabi dan Rasul

Hikmah dari Kisah Nabi Sulaiman

Dari uraian kisah nabi Sulaiman, ini setidaknya umat Islam bisa memetik hikmahnya seperti :

Jadilah pemimpin yang adil dan bijaksana menurut kisah nabi sulaiman

Sulaiman, tidak hanya seorang Nabi Allah, tetapi juga seorang raja. Sulaiman juga putra seorang Nabi dan seorang raja, Raja Daud, yang dia wariskan. Sejak usia dini Nabi Sulaiman menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang besar terhadap kehidupan di dunia ini.

Selama masa pemerintahannya sebagai raja, Sulaiman memerintah daerah yang membentang dari apa yang disebut Palestina modern, selatan ke tempat yang sekarang Yaman. Dia sangat dicintai dan dihormati sebagai penguasa yang bijaksana dan adil. Kerajaan makmur dan memperoleh kekayaan besar. Jadi jika suatu saat kita didaulat menjadi seorang pemimpin, jadilah pemimpin yang adil, bijaksana dan dicintai oleh orang yang dipimpin.

Tetap beriman kepada Allah meski hidup bergelimang harta

Sulaiman hampir kehilangan kerajaannya, ketika dia mulai percaya pada kesuksesannya sendiri dan ketika dia menyadari bahwa ketaatan kepada Allah adalah hal yang paling penting dalam hidupnya maka kerajaannya diselamatkan Allah dari kehancuran.

Sulaiman memiliki segalanya dan membuang semuanya. Dia lebih kaya dari Bill Gates. Dia lebih pintar dari Albert Einsten. Dia lebih kuat dari presiden dan memiliki harta yang bergelimang, namun harta tersebut tidak menjadikannya gelap mata dan hanya menyembah Allah saja.

Harta tidak berarti selama tidak beriman kepada Allah

Apa yang dimiliki oleh Ratu Balqis tidaklah menjadi hal yang istimewa apabila tidak disertai dengan keimanan kepada Allah. Pemimpin adalah  teladan bagi umatnya, untuk itulah Sulaiman meminta Balqis untuk beriman kepada Allah agar rakyat negeri Saba juga ikut beriman dengan Allah Swt.

Dari kisah Nabi Sulaiman ini, banyak sekali pelajaran yang bisa umat muslim petik. Nabi Sulaiman benar-benar memenuhi semua perintah Allah dan atas ketaqwaannya tersebut ia dijanjikan oleh Allah hidup di surga pada akhir hidupnya.

Sumber Gambar: https://babylonbee.com/

Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

One Reply to “Kisah Nabi Sulaiman”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *