Pernikahan Dalam Islam dan 15 Persiapan Pentingnya

Home » Artikel Islami » Pernikahan Dalam Islam dan 15 Persiapan Pentingnya

Pernikahan Dalam Islam – Pernikahan ialah kemauan nyaris tiap orang yang telah masuk umur dewasa yang bujang, apa lagi apabila sudah mempunyai calon pengiring hidup. Sebagai seorang muslim, tentu saja kita sudah mengetahui bagaimana hukumnya kekasihan menurut Islam. Islam tidak mengenali istilah kekasihan. Maka dari itu, langkah menghindar zina untuk remaja dan kalangan muda ialah mengaplikasikan tuntunan menikah dalam Islam bila cukup usia dan memperoleh jodoh yang bagus.

Bagaimana juga langkah kita berjumpa dengan calon pasangan hidup kita, saat berencana menikah kita harus tetap ikuti tata langkah sama sesuai agama yang kita anut yakni Islam. Mengapa begitu? Karena menikah ialah sisi dari beribadah yang kita kerjakan dalam tuntunan Islam. Seorang muslim yang hendak menikah sebaiknya ketahui tata langkah pernikahan yang sesuai syariat menurut Islam.

Pernikahan Dalam Islam dan 15 Persiapan Pentingnya
Pernikahan Dalam Islam dan 15 Persiapan Pentingnya

Persiapan Pernikahan Dalam Islam

Peluang, karena terlampau terlarut dalam penyiapan acara pesta pernikahan, calon pengantin lupa akan keutamaan menyiapkan diri secara psikis dan religius sama sesuai tuntunan agama. Walau sebenarnya, penyiapan batin juga dibutuhkan, bahkan juga itu semestinya jadi hal yang paling penting. Berikut banyak hal dalam penyiapan Pernikahan Dalam Islam:

Pernikahan Dalam Islam Pertama; Niat

Pernikahan Dalam Islam sebaiknya dengan niat yang ikhlas. Baik itu menikah tanpa kekasihan yang umum disebutkan jalani proses taaruf atau menikah sesudah menjalin cinta dengan pasangan, semua harus dilandasi niat ikhlas untuk melaksanakan ibadah dan jalani masa datang bersama pasangan hidup yang syah.

Ketahui sangkut-paut pernikahan Islami

Cari info mengenai Pernikahan Dalam Islam yang sesuai tuntunan agama benar-benar disarankan, supaya saat waktunya datang kita telah memiliki perbekalan yang dapat dipakai untuk masuk ke dunia pernikahan. Kita akan mengetahui bagaimana wujud keluarga sakinah mawaddah warahmah dan bagaimanakah cara kita meraihnya.

Ijab kabul dan mahar

Apabila sudah memiliki deskripsi mengenai bagaimana menikah yang sesuai syariat Islam, pasti kita akan punyai bayang-bayang mengenai proses ijab kabul dan apa arti ijab kabul itu dalam proses pernikahan agama Islam. Kita bisa juga tentukan besaran mahar yang hendak diberi oleh keluarga laki – laki ke calon istrinya. Permasalahan mahar menjadi sumber bentrokan di antara ke-2 keluarga bahkan juga jadi pemicu perpisahan suami istri yang umum terjadi. Karena itu tetapkan mahar dengan arif.

Usaha membenahi adab diri kita

Pernikahan Dalam Islam perlu mempelajari langkah jadi istri dambaan suami dengan mempunyai adab yang bagus, begitupun kebalikannya. Panduan jaga keserasian rumah tangga nantinya yakni dengan perbanyak pengetahuan berkenaan agama untuk kita dan pasangan. Ini penting supaya masing – masing dapat membenahi adabnya hingga saat menjadi suami istri, situasi rumah tangga akan serasi dan damai.

Mulai mempraktikkan hal yang sunnah

Terlatih mempraktikkan hal yang sunnah benar-benar bermanfaat saat nantinya menikah. Kita akan bisa memberikan contoh mengenai jalankan beribadah yang bagus ke pasangan dan anak yang hendak dilahirkan nanti. Pengajaran agama dalam keluarga yang kita aplikasikan akan membuat keluarga kita tumbuh dalam nuansa yang sarat dengan nilai keagamaan.

Penyiapan fisik

Pengecekan kesehatan menjadi satu diantara dalam check daftar penyiapan pernikahan yang disarankan untuk dilaksanakan oleh calon pengantin. Pengecekan fisik ini berguna sebagai langkah jaga keadaan badan masih tetap bugar mendekati pernikahan.

Mempersiapkan materi termasuk persiapan Pernikahan Dalam Islam

Perlu diingat untuk beberapa pria untuk mempersiapkan materi atau rencana keuangan yang oke supaya bisa memberikan nafkah keluarganya secara baik. Telantarkan istri secara materi akan menjadi satu diantara karakter durhaka suami ke istri.

Jauhi dosa dalam mempersiapkan pernikahan

Untuk mempersiapkan Pernikahan Dalam Islam yang sesuai tuntunan agama, kita tidak dapat ikuti tata langkah yang biasa berlaku di tengah-tengah warga atau yang jadi tren terkini seperti lakukan photo pre wedding yang mesra. Photo mesra akan memunculkan dosa karena dalam tuntunan Islam sebetulnya tidak diperbolehkan di antara laki – laki dan wanita bersisihan, apa lagi sampai bersinggungan secara fisik saat sebelum jadi muhrim. Sentuhan fisik jadi bahaya kekasihan. Berpose bisa jadi dilaksanakan, tapi dengan ikuti aturan Islami yang menghindar sentuhan fisik.

Samakan hajatan dengan ketentuan Islam

Proses Pernikahan Dalam Islam boleh menggunakan tradisi tertentu. Namun, bila ingin memakai tradisi tertentu, upayakan meminimalkan acara tradisi yang berlawanan dengan tuntunan Islam. Ini membutuhkan komunikasi dengan seluruh pihak yang turut serta, bahas peluang pisahkan tamu pria dan wanita supaya tidak tercampur.

Persiapkan pengurusan beberapa surat penting ke KUA

Hal paling penting selanjutnya dalam menyiapkan pernikahan dengan mengurusi syarat untuk surat nikah ke KUA paling dekat. Surat nikah ialah sisi yang penting, karenanya ada surat itu karena itu sebuah pernikahan akan dipastikan syah, dianggap oleh agama dan negara. Pernikahan Dalam Islam juga menyarankan agar administrasi tetap tertib, tidak seperti Nikah Siri.

Persiapkan baju yang sama sesuai syariat Islam

Mengadakan pernikahan yang sama sesuai tuntunan agama sudah pasti tidak lepas dari penyeleksian baju. Wanita dalam Islam sangat diproteksi. Gaun pengantin wanita harus dibikin tutupi wujud badannya dan bukan seperti umumnya style sekarang ini. Walau memakai kudung, tapi style saat ini masih memperlihatkan wujud badan mempelai wanita, yang mana hal tersebut dilarang dalam Islam.

Persiapkan makanan yang halal

Bukan hanya bahan makanan saja yang perlu halal, tapi proses pembikinannya juga. Memiliki arti kita harus pilih katering yang telah terlatih sediakan dan mengolah makanannya secara halal. Karena itu kita harus juga ketahui bagaimanakah cara mempersiapkan makanan halal dan bahan apa yang dipandang haram. Pengetahuan ini akan bermanfaat bila kita kelak sudah menikah. Panduan jadi istri yang bagus dan disayang suami ialah pandai mempersiapkan makanan halal untuk keluarga.

Tidak menginginkan hadiah

Memberikan hadiah pada pengantin sebetulnya memiliki sifat suka-rela, tetapi ini sudah jadi adat lama. Sebetulnya, beberapa orang yang memaksa memberikan hadiah di saat mereka sendiri tidak sedang sanggup sebab menganggap terlilit ke adat itu. Hal tersebut jadi berlawanan dengan tuntunan agama, karena ada elemen merepotkan seseorang. Bila kita tulus, tegaskan ke beberapa undangan tidak untuk harus memberikan hadiah.

Lalui konseling pra nikah

Salah satunya persyaratan pernikahan dari Kantor Urusan Agama ialah jalani sesion konseling pra nikah. Dalam sesion itu, kita akan memperoleh banyak pengetahuan berkenaan kehidupan pernikahan yang Islami misalnya langkah berbakti ke suami, pemicu istri durhaka ke suami, langkah suami perlakukan istri secara baik dan banyak pengetahuan agama dalam rumah tangga yang lain.

Pernikahan dalam islam perlu disetujui oleh keluarga

Menurut Pernikahan Dalam Islam, restu orangtua ialah poin penting untuk mengawali pernikahan. Maka dari itu yakinkan bila pernikahan ini betul – betul telah mendapatkan restu orangtua dan mereka telah ikhlas dan tulus anaknya jalani kehidupan sama orang lain, yakni pasangan hidupnya.

Banyak ayat Al – Qur’an dan hadits yang mengatakan peranan suami dan istri dalam Pernikahan Dalam Islam dan kewajibannya. Bukan hanya istri yang memiliki kewajiban berbakti ke suami, tapi suami memiliki kewajiban – kewajiban tertentu pada istrinya. Bila ke-2 faksi telah pahami hal itu, tentu tidak susah merealisasikan situasi pernikahan yang sarat dengan tuntunan Islami.

Protected by Copyscape
ustadz logo islam

Selamat Datang di Situs Ustadz.my.id, kumpulan artikel seputar pendidikan Agama Islam.

Random Quote

"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)