Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.

Syarat, Rukun, Wajib, dan Tata Cara Umroh

4 min read

tata cara umroh dan haji

Mari Simak Tata Cara Umroh Lengkap, tujuannya tentu saja agar ibadah yang Anda lakukan lebih teratur, tertata, dan terarah. Jika semua sudah dipersiapkan pasti akan nyaman dalam melaksanakannya. Saya berdoa semoga Anda yang saat ini membaca artikel ini segera diberikan kesempatan ke Tanah Suci bersama Keluarga, Aamiin.

Untuk membaca informasi lainnya mengenai umroh dan haji, semua tertera di kategori artikel Umroh dan Haji. Silahkan eksplore dan pelajari semua dengan lengkap. Mungkin dalam kesempatan lainnya akan dibahas mengenai tips dan cara memilih biro, serta biayanya. Tujuannya Agar aman dari segala resiko biro nakal.

Blog ini tidak hanya membahas mengenai ini, ada banyak tulisan lainnya mengenai Pendidikan Agama Islam, seperti Sejarah, Tokoh, Biografi, dan sebagainya. Silahkan bagikan pada orang orang terdekat agar mendapat informasi yang bermanfaat.

Syarat Umroh

Apa saja sih syarat mengerjakan umrah? Sebetulnya hampir sama dengan syarat mengerjakan haji, yaitu:

  • Beragama Islam
  • Baligh, dan berakal sehat
  • Merdeka (Bukan budak)
  • MAMPU, Tercukupi kesehatan, bekal, kendaraan, dan biaya
  • Ada mahram (khusus untuk wanita)

Rukun Umroh

Nah, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah mengenai Rukun umrah. Urutan dari rukun tersebut adalah :

Wajib Umroh

Berikut beberapa hal wajib dalam ibadah umroh adalah:

  • Melakukan ihram saat hendak memasuki miqat
  • Bertahallul dengan menggundul atau mencukur sebagian rambut
  • Barangsiapa yang meninggalkan rukun, maka ibadah umrohnya wajib diulangi karena tidak sempurna.
  • Apabila meninggalkan salah satu kewajiban, ibadah umrah dapat tetap sah. Dengan ketentuan bahwa kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) bisa ditutup dengan membayar DAM.
  • Jika jamaah melakukan hubungan (maaf) suami-istri sebelum pelaksanaan tahallul, maka jamaah wajib membayar setara seekor kambing.

Jenis-Jenis Umroh yang Banyak Dikenal:

Menurut para ahli, sebetulnya ada beberapa tipe umrah. Yang paling umum adalah umrah yang digabungkan bersamaan dengan pelaksanaan haji seperti pada haji tamattu. Selain hal tersebut ada juga umrah yang tidak terkait haji. Dalam artikel tentang tata cara umroh ini tidak hanya rukun yang dibahas, namun juga disampaikan mengenai jenis-jenisnya. Berikut jenis-jenisnya:

  • Umrah Mufradah, yaitu umrah yang dikerjakan dengan cara terpisah dan tidak ada kaitannya dengan haji. Pelaksanaan dengan waktu yang tidak terikat sepanjang tahun. Dapat dikerjakan secara fleksibel selama ada kemauan dan kemampuan dari orang yang bersangkutan.
  • Umrah Tamattu’, Tamattu artinya bersenang-senang. Maksudnya yaitu pelaksanaan Ibadah Umrah dilakukan lebih dulu, kemudian baru melakukan Ibadah Haji.
  • Umrah Sunah, Niat dengan Ikhlas karena Allah SWT serta menggunakan pedoman yang sesuai dan sering dilakukan oleh junjungan kita Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Tata cara Umroh

Kali ini tentang pelaksanaan tata cara umrah. Ada yang perlu diperhatikan, seperti hal-hal berikut ini:

  1. Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  2. Menggunakan pakaian ihram. Untuk jamaah pria, 2 kain yang (sarung & selendang), untuk jamaah wanita pakaian bebas asal menutup aurat dan tidak menggunakan hiasan apapun. Juga tidak perlu memakai cadar atau sarung tangan.
  3. Niat umrah dilafalkan di dalam hati tepat saat sampai di miqot (batas daerah tanah suci). Melakukan sholat sunah dua rokaat sembari mengucapkan Labbaika Allahumma ‘umrotan atau Labbaika Allahumma bi’umrotin. Kemudian jamaah melakukan talbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi jamaah laki-laki. Serta cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi perempuan. Khusus bagi jamaah wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
  4. Jika sudah sampai di kota Makkah, jamaah disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
  5. Sesampainya di ka’bah, talbiyah berhenti sebelum melakukan thawaf. Kemudian berjalan menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan sebelah kanan dan menciumnya, jika mampu. Jangan lupa sambil mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya karena sesuatu hal, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahuakbar.
  6. Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama dengan berjalan cepat dan sisanya jalan seperti biasa. Thowaf diawali dan diakhiri tepat di hajar aswad dan ka’bah d berada diposisikan di sebelah kiri.
  7. Salat 2 raka’at di belakang makam Ibrahim jika memungkinkan, bisa juga di tempat lainnya di masjidil haram. Disertai dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
  8. Sa’i dilakukan dengan naik ke bukit Shofa dengan posisi menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan. Jangan lupa mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya).
  9. Kemudian jamaah bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat, lalu mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa nasoro ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sesuai dengan yang dikehendaki jamaah.
  10. Amalan pada poin 8 tadi diulangi pada setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
  11. Sa’i perlu dilakukan sebanyak tujuh kali hitungan. Cara menghitungnya sebagai berikut: berangkat + kembalinya dihitung satu kali. diawali dengan bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  12. Mencukur seluruh atau sebagian dari rambut kepala bagi jamaah lelaki. Bagi perempuan cukup dengan memotongnya sebatas ujung jari.

Perbedaan Haji dan Umroh

Juka Anda ingin mendapat informasi lebih lengkap mengenai haji dan berbagai tata cara, dasar hukum, dan sebagainya, silahkan baca di Tata Cara Haji lengkap.

Perbedaan Dasar Hukum

Selain dari tata cara umroh dan haji. Ternyata ada yang sedikit berbeda, dari segi hukum dua hal ini juga terlihat jelas sangat berbeda. Haji memiliki hukum wajib. Maksudnya adalah wajib bagi umat Islam yang mampu melaksanakan. Menjadi wajib hukumnya bagi mereka untuk melaksanakan ibadah haji. Hal ini tertulis jelas dalam QS Ali Imran; 97:

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahụ kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn

Terjemahan:

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Umroh secara literasi dipahami sebagai berziarah. Maknanya adalah pelaksanaan ziarah ke baitullah dengan amalan-amalan tertentu, yaitu tawaf, sa’i, dan tahallul. Secara hukum dalam Islam terdapat beberapa perbedaan, ada ulama yang menganggap wajib beribadah umrah untuk sekali seumur hidup. Namun ada juga yang berpandangan bahwa hukumnya sunnah, jika dikerjakan mendapatkan pahala jika tidak dikerjakan maka tidak berdosa.

Perbedaan Waktu Pelaksanaan

Tata cara umroh dan haji memiliki perbedaan mendasar. Perbedaan tersebut adalah waktu pelaksanaannya. Haji hanya dilakukan pada saat musim haji. Waktunya terbatas hanya setahun sekali saat musim haji datang. Bulan haji dimulai pada Syawal hingga awal Dzulhijah. Dasar penentuan waktu haji ini adalah ayat dalam Al Quran dan hadits berikut:

QS Al Baqarah 197:

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Al-ḥajju asy-hurum ma’lụmāt, fa man faraḍa fīhinnal-ḥajja fa lā rafaṡa wa lā fusụqa wa lā jidāla fil-ḥajj, wa mā taf’alụ min khairiy ya’lam-hullāh, wa tazawwadụ fa inna khairaz-zādit-taqwā wattaqụni yā ulil-albāb

Terjemahan:

(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!

Abdullah bin Umar: “Bulan-bulan haji Syawal, Zulqa’dah, dan 10 hari (pertama) Zulhijah” (H.R. Bukhari)

Sedangkan Ibadah umroh dapat dilaksanakan tanpa batasan, selama diluar bulan-bulan haji seperti yang disebutkan di atas. Tak jarang, dalam setahun ada banyak jamaah yang melakukan perjalanan umroh lebih dari 1 kali. Jika Anda ingin melakukan perjalanan umroh, alangkah baiknya untuk memperhatikan biaya umroh dengan teliti. Perhatikan paket serta harga per itemnya seperti visa, tiket, hotel, dll.

Perbedaan Rukun Haji dan Umroh

Rukun dalam Ibadah haji dan umroh juga memiliki hal-hal mendasar yang menyebabkan ada persamaan dan perbedaan. Perbedaan mendasar dari dua ibadah ini adalah tidak adanya rukun wukuf di arafah saat melaksanakan umrah. Rukun lainnya hampir sama seperti yang tertulis di atas.

Dengan demikian selesai sudah artikel tentang amalan umrah, Terima Kasih telah membaca tata cara umroh. Untuk mendalami tentang haji, maka simak artikel tentang Rukun Haji.


Selain Tata Cara Umroh, Baca Juga:


Ustadz My.ID Blog Pendidikan Agama Islam yang membahas tentang pengetahuan Islam secara umum. Mari sampaikan kebaikan meskipun hanya satu kata.